Selasa, 05 Juli 2011

Inovatif : Kaos Dapat Mengubah Musik Menjadi Listrik

Menjelang diadakannya Glastobury Music Festival di Inggris, inovasi datang dari perusahaan telekomunikasi Perancis, Orange. Mereka menciptakan kaos yang bisa mengubah suara bising menjadi listrik sehingga bisa dipakai pengguna mengisi ulang baterai handset ketika menonton pertunjukan musik tersebut.



Prototipe kaos yang disebut "Sound Charge" itu kini tengah dikembangkan. Material kaos terbuat dari piezoelektrik film, bahan yang mampu mengubah suara menjadi listrik lewat kompresi interlaced quartz crystal. Sekali bisa 'dibangkitkan', listrik akan disimpan di reservoir baterai yang ada hingga kemudian bisa dialirkan ke handset.


Mengungkapkan alasan penciptaan kaos ini, Andrew Pearcy dari cabang Orange di Inggris seperti dikutip Gizmag, mengatakan, "Dalam suasana bising seperti di Glastonbury, suara adalah medium yang sudah pasti dan natural untuk digunakan dalam pengembangan prototipe kaos tahun ini."

Kaos ini memang tak se-fashionable kaos biasa. Tapi yang utama menurut pengembang, kaos itu bisa mendukung gerakan peduli lingkungan serta tetap nyaman dipakai. Pengembang juga memperhatikan bahwa kaos juga perlu dicuci. Oleh karena itu, seluruh perangkat elektronik didesain untuk bisa dilepas sehingga kaos bisa dicuci. Kebisingan di festival musik di Inggris yang akan berlangsung seminggu itu bisa menjadi waktu ujicoba keampuhan kaos mengisi ulang handset.

Namun, situs teknologi the Register melaporkan, bahkan dalam seminggu festival musik kaos hanya bisa menyimpan listrik 6 Wh sehingga cuma bisa mengisi ulang ponsel standar dua kali dan smartphone sekali.

Tahun lalu, Orange juga menciptakan sepatu boot dengan charger di bagian bawahnya sehingga bisa membangkitkan listrik dari langkah pengguna. Sangat membantu bukan kalau akhirnya semua yang Anda pakai bisa membangkitkan listrik?

Sumber : Kompas

Belum Ada Hubungan Kuat Radiasi Ponsel dan Tumor Otak

Dugaan bahwa radiasi ponsel bisa memicu tumor otak terus menjadi perdebatan. Beberapa penelitian yang dipublikasikan tahun 2009 mengindikasikan hubungan radiasi ponsel dengan tumor otak. Namun, riset terkini menyebutkan, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa radiasi ponsel memicu tumor otak.

Sebuah tinjauan utama penelitian yang diterbitkan oleh sebuah komite ahli dari Inggris, Amerika Serikat, dan Swedia menyimpulkan tidak ada bukti yang meyakinkan hubungan radiasi ponsel dengan risiko serangan kanker otak. Hal ini juga membuktikan kurangnya mekanisme biologis yang dibentuk oleh sinyal radio dari telepon selular yang dapat memicu tumor.

"Meskipun masih belum ada kepastian, semakin banyak bgukti-bukti yang bertolak belakamng dengan hipotesis bahwa penggunaan ponsel dapat menyebabkan kanker otak pada orang dewasa," demikian kesimpulan para ahli yang dimuat di Jurnal Environmental Health Perspectives edisi teranyar.

Penelitian ini mengejutkan karena diterbitkan dua bulan setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Badan Internasional untuk Riset Kanker (IARC) mengumumkan bahwa penggunaan ponsel harus diklasifikasikan sebagai karsinogenik atau bisa memicu kanker. Karsinogen menyebabkan kanker dengan mengubah asam deoksiribonukleat (DNA) dalam sel-sel tubuh, dan hal ini mengganggu proses-proses biologis.

Anthony Swerdlow dari Institut Penelitian Kanker di Inggris, yang memimpin penelitian baru, seperti dikutip Reuters menyampaikan bahwa penggunaan telepon selular telah meningkat sejak 1980 dan mencapai angka 5 miliar handset hingga tahun ini. Namun, belum ada kasus yang menegaskan adanya hubungan radiasi ponsel dengan penyakit tumor terutama tumor otak.

Secara signifikan, studi lain dari beberapa negara telah menunjukkan tidak ada indikasi peningkatan tumor otak hingga 20 tahun setelah pengenalan ponsel dan 10 tahun terakhir setelah penggunaan ponsel meluas. Mengingat keterbatasan bukti, jelas bahwa risiko tampaknya sangat kecil dan sangat sulit untuk mendeteksi hubungan radiasi ponsel dengan tumor otak.

"Ini memang masalah yang sangat sulit untuk diteliti," kata David Spiegelhalter,

Winton Professor of the Public Understanding of Risk dari Universitas Cambridge, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Selain itu, karena ponsel telah menjadi suatu bagian penting dari kehidupan sehari-hari, ahli industri mengatakan ancaman kesehatan rasanya tidak mungkin menghentikan orang-orang menggunakan ponsel, kecuali bila penelitian tentang itu betul-betul terbukti.

Sumber: Kompas

Kabur dari Penjara Melalui Koper

Ada-ada saja cara orang untuk melarikan diri dari penjara, seperti yang dilakukan Juan Ramirez Tijerina. Penghuni penjara Chetumal, Meksiko itu meringkuk di dalam koper yang akan diselundupkan keluar dari penjara oleh istrinya, kantor berita AP melaporkan, Selasa (5/7/2011).


Ramirez, yang dihukum 20 tahun penjara, mendapat pertolongan dari istrinya, Maria del Mar Arjona. Saat mengunjungi Ramirez, perempuan 19 tahun itu membawa sebuah koper berukuran sedang.

Keluar dari sel, Arjona menyeret kopernya. Anehnya koper itu jadi terlihat lebih menggelembung ketimbang saat dia datang. Arjona juga terlihat gugup.

Menurut juru bciara penjara, Gerardo Campos, beberapa petugas penjara menghentikan Arjona dan memeriksa koper itu. Isinya cukup mengagetkan. Ramirez ditemukan meringkuk di dalamnya.

Ramirez divonis 20 tahun penjara pada tahun 2001 atas kejahatan kepemilikan senjata ilegal.

Gagal membebaskan suami tercinta, Arjona kini juga harus meringkuk di penjara. Sayangnya tidak untuk menemani Ramirez.

Sumber: Kompas